05 February, 2012

Saya Akan Baik-Baik Saja...

Malam ini, untuk kesekian kalinya saya katakan pada diri saya sendiri bahwa saya akan baik-baik saja. Ya, saya akan baik-baik saja dan selalu begitu. Tapi ketidak percayaan terhadap diri saya sendiri membuat saya semakin sedih dan jatuh. Yakinkah saya bahwa saya akan baik-baik saja? Ngga janji yah

Semua ini bermula sejak saya memberanikan diri untuk membuat suatu gertakan sambel kepada seseorang yang sudah mengisi kehidupan saya dua tahun terakhir. Saya kira dengan mengungkapkan semua yang saya rasakan dan protes akan semua hal yang saya ngga suka bisa membuat dia sadar dan berusaha untuk memperbaiki semua menjadi lebih baik. Sejujurnya saya mengakui bahwa semuanya (perasaan saya, rasa percaya saya dan komitmen saya) semakin lama semakin luntur. 2 tahun yang bener-bener hampa. Tanpa status dan ngga jelas. Berkali kali saya mencoba meyakinkan diri bahwa ini wajar, ini proses dan saya harus sabar menunggu. Tapi semua tidak berjalan sesuai rencana. Saya benar-benar kehilangan sosoknya yang dulu. Masihkah dia itu dia? Pertanyaan yang sulit karena sayapun tidak tahu jawabanya. Dan akhirnya termotivasi oleh semua rasa sakit dan sebel saya, saya mengakhirinya…yah..mengakhiri komitmen saya yang awalnya saya pegang teguh. Yang saya heran, ini tidak terlalu menyakitkan, hanya sedikit menggangu perasaan dan cara berfikir saya. Tapi ini cukup punya peranan dalam membuat saya “tidak baik-baik saja” beberapa bulan terakhir. Bila bisa diukur, bolehlah dikatakan hal ini berkontribusi sekitar 25% dari ketidak baik-baikan saya. Okelah, kita mulai lupakan J

Hal kedua yang seakan-akan membuat hidup saya serasa benar-benar hancur adalah masalah dalam keluarga saya.. soal ini saya ngga akan banyak bicara,, oh ya, kalo diukur yang ini berkontribusi sekitar 65% dari ketidak baik-baikan saya.. sungguh mengganggu, menyebalkan, menyedihkan dan menyesatkan..semoga ini tidak terjadi lagi, itu yang bisa saya harapkan saat ini..semoga..


Yang ketiga adalah seorang teman saya. Diawal pertama masuk kuliah, saya sempat memperhatikan seorang teman saya. Keberadaannya tidak terlalu terlihat sih alias tidak terlalu exist dikelas. Dia cukup baik dan kadang membuat saya tertawa dengan perilakunya yang…emph..lucu mungkin.. tak perlu bicara panjang lebar kali tinggi yah bagaimana dia bisa membuat saya sedih… teman saya ini memberikan 5% kontribusi dalam proyek membuat saya tidak baik-baik saja. Tapi ada satu hal yang amazing, disisi lain dia menyuplai 50% bagian dari diagram kebahagian yang saya miliki agar saya selalu baik-baik saja dan tersenyum. Sankyu J

Sekali lagi saya berbisik pada diri saya, -ayoh berjuang, kamu pasti akan baik-baik saja-

No comments:

Post a Comment